Download
Click to submit
Status gizi adalah suatu ukuran mengenai kondisi tubuh seseorang yang dapat dilihat dari makanan yang dikonsumsi dan penggunaan zat-zat gizi di dalam tubuh. Cara menentukan status gizi seseorang atau kelompok yaitu dengan melakukan penilaian status gizi baik secara langsung yaitu dengan antropometri, klinis, biokimia dan biofisik dan yang tidak langsung yaitu dengan survei konsumsi makanan, statistik vital dan faktor ekologi. Parameter antropometri merupakan dasar dari penilaian status gizi. Cara pengukuran status gizi yang paling sering digunakan adalah antropometri gizi. Dewasa ini dalam program gizi masyarakat, pemantauan status gizi anak balita menggunakan metode antropometri, sebagai cara untuk menilai status gizi. Selain antropometri, cara asupan gizi juga digunakan sebagai penentuan status gizi seseorang.
Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Riau, Riau, Indonesia
Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Riau, Riau, Indonesia
Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Riau, Riau, Indonesia
Almatsier, S. (2010). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Fajar, S. A. (2019). Buku Saku CAGI AZURA Edisi III.Catatan Ahli Gizi Indonesia
Harjatmo, T.P., Par'i, H.M., Wiyono, S. (2017). Penilaian Status Gizi. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kemenkes. (2011). Modul Pelatihan Pertumbuhan Anak. Jakarta: Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kemenkes, UNICEF. (2024). Pita Lingkar Lengan Atas (LiLA): Alat Sederhana untuk Mendeteksi Balita Wasting dan Menyelamatkan Jiwa Anak Usia 6 Bulan hingga 5 Tahun. Jakarta: UNICEF.
Supariasa, I., Bachyar, B., Ibnu, F. (2013). Penilaian Status Gizi (Edisi Revisi). Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Utami, N.W. (2016). Modul Antropometri. Denpasar: Universitas Udayana.
Download
Click to submit
Our Journal
Indexing